HALAK.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala kemungkinan serangan baru dari Israel, termasuk kemungkinan pecahnya kembali perang.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Rabu (23/7/2025), Pezeshkian juga menyatakan bahwa Iran akan tetap melanjutkan program pengayaan uranium meskipun mendapat tekanan internasional.
Pernyataan keras ini disampaikan hanya beberapa pekan setelah berakhirnya konflik 12 hari antara Iran dan Israel, yang juga melibatkan serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.
Meski telah tercapai gencatan senjata pada 24 Juni lalu, Pezeshkian menegaskan, Iran tidak menaruh banyak harapan pada perdamaian yang langgeng.
“Kami tidak terlalu optimistis terhadap gencatan senjata ini. Karena itu, kami telah mempersiapkan diri untuk berbagai skenario, termasuk kemungkinan balasan. Israel telah menyakiti kami, dan kami juga telah membalas. Mereka menyerang dalam-dalam, tapi kami pun menghantam balik dengan keras,” ujar Pezeshkian.
Ia juga mengungkap bahwa serangan Israel yang menewaskan tokoh-tokoh militer dan ilmuwan nuklir Iran bertujuan melumpuhkan struktur kepemimpinan negara.
“Namun mereka gagal total,” katanya.
