HALAK.ID – Rakyat Pro-Demokrasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Kamis (04/12/2025).
Aksi ini merupakan lanjutan dari protes terkait PHK tanpa pembayaran pesangon eks karyawan Koperasi Karyawan Inalum (Kokalum) dan PT. dinamika Mandiri Karya (DMK).
Dalam orasinya, Mr K berkostum Guy Fawkes menyatakan Inalum punya andil kuat di peristiwa yang menghantam nasib buruh Kokalum dan DMK.
“Kokalum didirikan dan dijabat petinggi Inalum, kemudian PT DMK didirikan oleh Kokalum juga dijabat oleh senior Keryawan Inalum, artinya ini lingkaran setan antara Inalum Kokalum dan DMK,” kata Mr K dalam orasinya, Kamis (04/12/2025).
Dalam aksi ke empat ini, Rakyat Pro-Demokrasi memampangkan sejumlah nama serta foto pejabat yang sebelumnya pernah menduduki jabatan strategis Kokalum, PT DMK, dan kini memiliki posisi penting di PT Inalum.
Nama-nama yang disebutkan antara lain Firman Ashad, Indah Pandia, Ricky Gunawan (saat ini menjabat Direktur PT IAA), Rainaldy Harahap, Susyam Widodo, Kusnandar, Poltak Pesta O. Marpaung, dan Eddy Permata Purba.
Pengunjuk rasa menilai para pejabat yang lari dan menghilang dari masalah tersebut semestinya diseret oleh direktur Inalum untuk bertanggungjawab.
Jika memang direktur tak punya nyali, sudah seharusnya kepala Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) turun tangan.
“Kepala BP BUMN, Dony Oskaria kemarin mendesak Polda untuk menangka pelaku pembalakan hutan yang jadi biang kerok banjir. Dia (Dony Oskaria) lupa kalau di BUMN PT Inalum terjadi pembalakan puluhan miliar rupiah pesangon ratusan para buruh. Coba kau tindak tegas para pelaku itu,” kata pria bergaya “V For Vendetta” itu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Inalum maupun nama-nama yang disebut belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut.
Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Massa menyatakan akan kembali turun apabila tidak ada langkah konkret dari manajemen Inalum dalam waktu dekat.
